MERDEKA!

Standard

mer•de•ka /merdéka/ a 1 bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah –; 2 tidak terkena atau lepas dr tuntutan: — dr tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan –; boleh berbuat dng —

Jadi ceritanya, besok adalah hari peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-66. Dimana-mana mulai bertebaran harum perayaan. Wujudnya bisa berupa tenda persiapan acara, abang penjual bendera mini di lampu merah, hiasan berwarna merah dan putih, bahkan profile pictures di kontak bbm yang mendadak berubah menjadi benderais.

Ya, 66 tahun, sudah cukup lama bangsa Indonesia merdeka. Tapi apakah anda sudah merdeka? Atau lebih mudahnya, benarkaH kita masing-masing sudah merdeka? Seperti layaknya merdeka muncul dalam wujud kebebasan dalam perspektif yang bagaimanapun, penjajahan juga ternyata muncul dalam wujud yang yang beraneka ragam.

Contohnya masih banyak anak yang tidak bisa mengecap pendidikan karena harus bekerja, masih banyak perempuan remaja di bawah umur yang dinikahkan dengan paksa oleh keluarganya kepada pria yang jauh lebih tua darinya, ibu yang harus bertahan dipukuli suaminya karena tidak punya kekuatan untuk membesarkan anak-anaknya sendiri.

Atau dalam ketidakmerdekaan yang lebih terselubung misalnya, murid yang harus percaya bulat-bulat pada apa yang dikatakan gurunya, teman yang asyik menyuruh-nyuruh temannya dalam istilah persahabatan, pacar yang mendominasi seluruh hidup pacarnya dalam istilah cinta, bawahan yang harus menyimpan rapat-rapat pendapatnya didalam kantor, rakyat yang harus percaya pada berita dalam media dan segala wujud konferensi pers.

Jika kita lihat dari makna merdeka diatas, jelas sebagian besar dari kita belum merdeka. Mungkin kita tidak punya pilihan, atau mungkin kita menempatkan diri kita dalam ketidakmerdekaan kita sendiri. Memang merdeka itu bebannya berat. Kita harus mengambil keputusan untuk diri kita sendiri. Kita harus berjalan diatas kaki kita sendiri. Kita harus hidup dengan kekuatan kita sendiri. Dan kita harus bertanggungjawab atas keputusan kita sendiri.

Akan tetapi, seberat-beratnya kemerdekaan, tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding perasaan puas dan bangga bila kita berhasil bertahan dalam kemerdekaan yang kita pilih.

Bagaimanapun juga, kemerdekaan adalah hak asasi manusia. jika saat ini kita belum merdeka, maka sebisa mungkin buatlah dirimu merdeka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s