Liburan Makassar – Hari 3 dan 4

Standard

Hari ketiga waktunya menjelajah. Bangun pagi-pagi lagi buat siap-siap karena kami mau melakukan perjalanan (yang kata pak supir) adalah 4 jam untuk menuju ke Tanjung Bira. Kali ini kami berhasil menikmati suguhan hotel sampai puas. Berangkat pukul 10 pagi, naik mobil sewaan lengkap dengan supirnya, dan sampai di pukul 3 sore. Astaga mati rasa pantatnya. Padahal cuma mampir sekali buat makan siang loh. Tebak dong makanannya apa, konro kuda! Ihhh gila ya. Dan disebelah tempat makannya masih ada kuda hidupnya yang lagi ngerumput. Oh, my!

Waktu udah deket sama Bira, kami ngeliat a glimpse of betapa biru lautnya. Excited dong, apalagi waktu ngeh kalo perjalanannya udah 6 jam dong ya. Dan asli, tempatnya beneran bagus. Masih putih pasirnya dan biru lautnya. Bening banget. Airnya sih saking beningnya langsung rasanya semua masalah hidup ilang. Ini jauh lebih ciamik dari Bali yang pantainya selalu diagung-agungkan. Entah masih ada berapa ribu tempat sebagus ini di Indonesia. Setelah nego harga perahu dan masker snorkeling (perahu + 4 masker cuma 300 ribu), kami langsung menuju ke tempat mangkal di tengah laut. Setelah snorkeling, foto-foto, berlayar ke penangkaran penyu yang bisa diajak berenang, ngeliat lobster, dan foto-foto lagi, setelah semua puas, kami diturunkan tukang perahu di pantai lagi, tepat sebelum matahari terbenam.


Dan kami berhasil menikmati sunset sambil ngemil pisang goreng di restoran disana. Saying gak ada kelapa di pantai ini. Restorannya ajaib, karena pas pukul 6 sore kami sampai disana, katanya mereka hanya bisa menyediakan snack karena kokinya belum bangun. Heloooo, belon bangun??? Akhirnya setelah bujuk rayu dari rombongan kelaparan, kami berhasil membangunkan si koki, yang akibatnya rasa masakan kami berubah menjadi tidak asin sampai asin sekali tergantung mood si koki.


Waktu kami jalan pulang, waktu menunjukkan pukul 19.00 waktu Jakarta, 20.00 waktu Makassar. Kami menginjakkan kaki di hotel lebih dari tengah malam. Zzz. Selesai hari ketiga.

Hari keempat, saya pulang, sementara si pacar masih bertahan di Makassar. Astaga, counter check in airport Makassar sih luar biasa semrawut loh. Untung gak telat. Padahal saya udah spare waktu perjalanan, tapi ternyata perlu waktu lebih dari itu buat sampai didalam waktu aman di bandara. Dan saya menghabiskan almost satu jam buat ngantri check in. bahkan ada masa-masa idle selama setangah jam ketika antrian saya gak maju sedikitpun. Ergh. Setelah pesawatnya delay sekitar setengah jam, akhirnya saya kembali ke Jakarta.

Home sweet home. Selesai hari keempat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s