Hujan lagi…

Standard

Musim hujan resmi menduduki kota saya tinggal sejak akhir Desember lalu hingga awal Januari sekarang. Malah sudah hampir seminggu ini, matahari resmi melakukan hibernasi. Anehnya, di musim hujan begini, semua kontraktor jalan malah memutuskan untuk membetulkan jalanan umum dan fasilitas penunjangnya, di lokasi yang padat lalu lintas tentunya. Dimana logikanya, saya jelas tidak habis pikir.

Mendadak semua jalan diaspal hingga melebihi tinggi aslinya, menjadikan penambahan kotoran kerikil dan aspal yang membuat jalanan semakin kasar. Sebagai pencegah sih oke, tapi pencegah kan biasa dilakukan sebelum musim hujan dateng ya. Lah ini kok malah pas musim hujannya dateng, pas jalannya masih belum rusak. Jelas setelah diperbaiki di musim hujan, jalanannya malah jadi rusak seketika dan menyebabkan macet berkepanjangan.

Mendadak bermunculan proyek pembangunan jembatan penyebrangan, hanya untuk satu jalan utama lurus yang panjangnya sepuluh menit perjalanan kalau lancar, tersedia lebih dari sepuluh jembatan penyebrangan. Dan itupun masih menyisakan mayoritas penyebrang jalan tanpa jembatan penyebrangan, alias mendadak berlari di jalur mobil. Membuktikan betapa malasnya manusia, dan betapa tidak pedulinya manusia terhadap keselamatan diri. Lebih hebat lagi, ada satu jembatan yang dihentikan pembangunannya sebelum selesai, meninggalkan bekas galian dan sisa material pembangunan di kedua sisi jalan, memakan dua jalur lalu lintas, sehingga tentunya terjadi penyumbatan lalu lintas alias macet lagi.

Mendadak bermunculan proyek pergantian pembatas jalan yang pernah roboh beberapa bulan lalu (ketika musim belum berganti menjadi musim hujan). Ini hanya terjadi di salah satu perumahan yang paling sering dilanda angin kencang yang sudah pernah meruntuhkan segala pos satpam, spanduk, tembok pembatas, pohon, dan benda menjulang lainnya. Berhubung lokasinya ada didalam kompleks residensial, tidak ada efek macet yang berarti di lokasi ini. Hanya saja biasa sisa perbaikannya meninggalkan tanah dan pasir dijalan, yang kalau dihujani sebentar saja bisa langsung membuat genangan tanah lumpur yang aduhai mengotori mobil.

Kenapa, kenapa harus di musim hujan? Kemana saja kalian di musim panas, ketika pembangunan tidak akan terganggu oleh turunnya hujan, yang akan mempercepat pembangunan, yang tidak akan menyebabkan jalan macet semakin macet untuk jangka waktu lama? Kenapa tidak melakukan semua aktivitas itu di musim panas, ketika tidak akan ada angin dan hujan yang bisa menyebarkan semua kotoran material perbangunan-perbaikan ke sekujur jalan, yang kalau tergenang bisa ikut merusak jalanan lagi?

Lebih annoying lagi, di beberapa lokasi jalan yang tidak rusak di musim panas, begitu dilanda hujan kurang dari sebulan saja sudah membuat lobang baru disana sini. Contohnya di salah satu perumahan yang sering saya lewati ketika pulang. Saya sampai curiga kalau jalanan itu dibuat menggunakan tepung roti. Masa baru kena hujan sebentar saja, permukaannya langsung berubah menjadi permukaan bulan. Rusak lagi, rusak lagi.

Kalau mau jago nyetir dalam waktu singkat, dan menghilangkan rasa kagok, menyetirlah di daerah saya tinggal. Very recommended.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s