3rd Review: Nail Pia SMS

Standard

Hola semuanya! Saya kembali memulai mencicil hutang-hutang review vendor saya yang udah lewat 3 bulan lamanya. Kannn fotonya baru datenggg… *alesan*

Yang akan dibahas disini adalah nail art yang menghiasi kuku tangan (dan kaki) saya dengan cantiknya di hari h. Saya menggunakan jasa Nail Pia yang ada di Mall SMS. Kenapa saya bisa menggunakan jasa Nail Pia SMS? Semua karena kebetulan semata hahaha…

Jadi ceritanya, saya ini udah booking temen kuliah saya yang sekarang profesinya adalah juragan nail art. Bookingnya dari sebulan sebelum hari h. Since temen saya ini ceritanya udah lumayan tenar salonnya, jadi sebenernya sebulan sebelonnya itu udah keitung telat kalo buat booking di bulan november. Saya aja dapet slot kosong sama dia itu jam 3 sore di hari sabtu tanggal 9 November, while hari h saya adalah minggu tanggal 10 November. Mepfettt yah???

Awalnya teman saya bilang kalau dia bisa dateng ke lokasi nginep saya di hotel buat urusan nail art ini. Lalu entah gimana ceritanya, tau-tau di hari rebo apa kamis sebelumnya, dia bilang dia dapet job order jam 5 sore setelah saya, jadi dia ga bisa dateng ke lokasi nginep saya itu. Yah, namanya juga dia punya usaha yah, yasudahlah akhirnya since saya juga ga punya waktu buat dateng ketempat dia, jadi kami membatalkan kencan nail art kami.

Paniklah saya mencari nail art substitusi, sehingga di hari jumat sore, saya memutuskan untuk datang langsung ke Nail Pia di mall SMS untuk mencoba kehebatan counter nail art yang lumayan tenar ini. Dengan sedikit bujuk rayu, mbak-mbak disana akhirnya mau menerima orderan saya setelah saya diminta menunggu 2 jam lamanya. Tenar beneran deh tempat ini, hari jumat aja orderan penuh. Saya dilayani oleh dua mbak, satu untuk tangan, dan satu untuk kaki. Mbak kaki saya, yang pertama kali melayani saya (yang tangan masih sibuk dengan orderan lain), dengan baiknya membiarkan saya mengacak-ngacak tumpukan warna kuku dan sibuk membawakan botol kuteks yang sesuai dengan selera saya.

Untuk kaki, proses pengerjaannya cukup cepat, gak sampai 1 jam karena kaki (dan tangan) saya sebelumnya sudah di manicure dan pedicure. Mbaknya hanya membantu memperindah bentuk kuku saya saja.  Saya hanya memilih menggunakan warna dasar soft netral dan menggunakan efek glitter diujung kuku. Simple tapi manis, cocok banget dipakai sama sepatu Andre Valentino putih saya. Sayang gak ada foto kaki saya yang ciamik ini…

Untuk tangan, nah ini dia, karena saya memilih model 3d acrylic, maka proses pengerjaan tangan ini memakan waktu lebih dan kurang selama 3 jam. Si mbak tangan lumayan apik dan perfeksionis sehingga hasil akhirnya super ciamik. Untung kuku asli saya bentuknya sudah menyerupai kuku palsu, panjang dan melengkung, sehingga si mbak tidak perlu membuat extension kuku (yang harganya super mahal) atau menggunakan kuku palsu. Begini hasilnya:

Kuku tangan ciamik 1

Kuku tangan ciamik 1

Kuku tangan ciamik 2

Kuku tangan ciamik 2

Warna dasarnya soft pink/peach dengan glitter yang sama di kaki saya di ujungnya. Bunganya putih, daunnya hijau muda, dan terakhir ditambah swarovski hijau. Waktu si mbak selesai memasang swarovski terakhir, saya (dan calon suami yang menemani saya sampai bulukan) bersorak girang karena saking lamanya kami duduk disana, sampai-sampai semua toko didalam mall sudah tutup.

Katanya sih kalau nail art itu sebaiknya kuku itu gak di-manicure atau pedicure sebelumnya, karena kuku yang licin itu membuat kuteks lebih sulit menempel erat. Si nail art ini bertahan di tangan saya selama 1-2 minggu lamanya. Mungkin kurang lama buat beberapa orang, tetapi buat saya itu sangat lama sekali mengingat saya harus bertahan dengan kuku yang antara menempel dan tidak di sepanjang perjalanan honeymoon kami.

Beberapa orang memilih menggunakan kuku palsu, atau teknologi terbaru nail extension. Saya pribadi sih prefer menggunakan kuku asli saja karena tidak tebal (dan berlapis) dannn tentunya lebih murah. Tapi mbak-mbak di Nail Pia mengatakan kalau biasanya para pembeli kuku 3d acrylic memesan kuku palsu jauh-jauh hari sebelumnya sehingga customer tidak perlu duduk lama seperti saya menunggu kuku tangannya dikerjakan langsung di tangan. Tinggal tempel saja.

So, saran saya buat para brides-to-be, saya lumayan lucky bisa menemukan toko nail art substitusi yang mau menerima orderan saya dan hasilnya cantik. Demi menghindari sakit kepala akibat urusan nail art yang sebenarnya keberadaannya penting-penting enggak, sebaiknya booking toko nail art langganan kamu jauh-jauh hari sebelumnya, atau pesanlah nail art berbentuk kuku palsu.

Happy preparation!

xoxo

Advertisements

One response

  1. Pingback: List vendor wedding | marshmallowlady